Kembali ke Artikel
Guru Vs Aplikasi
17 Jul/2019

Guru Vs Aplikasi

Presiden Joko Widodo meminta para guru agar mampu menghadapi dan memanfaatkan perkembangan iptek yang berubah sangat cepat. Guru harus bisa menjadi agen transformasi penguatan sumber daya manusia (SDM). “Guru harus menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa.” tegas Jokowi ketika membuka konggres XXII PGRI di Britama Arena, Jakarta (5/7/2019).


Lebih lanjut disampaikan bahwa, transformasi pendidikan dan proses belajar harus terus dilakukan. Menurutnya, proses belajar harus menggembirakan baik bagi guru maupun siswa serta dilakukan secara efisien dan mudah. Ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. Dunia virtual saat ini adalah kampus yang bisa menjadi tempat belajar.

“Google adalah perpustakaan kita. Wikipedia adalah ensiklopedi kita. Kindle Buku Elektronik adalah buku pelajaran kita, dan masih banyak lagi media digital lainnya.” ujarnya. “Kita sering terkaget-kaget, anak-anak muda, anak kita mampu belajar mandiri. Mereka bisa tahu jauh lebih banyak hal melalui bantuan teknologi.” tambahnya.

Pernyataan presiden di atas, bukanlah sesuatu yang berlebihan. Kita bisa saksikan sebuah acara di televisi swasta ada bimbingan belajar (bimbel) online yang berani pasang spot di jam tayang utama (prime time). Apalagi acaranya bertabur bintang dengan host bertarif lumayan. Pertanyaannya, apakah bimbel ini profitnya bagus atau pemilik konten yang berkantong tebal?

Jika hanya mengandalkan kantong tebal pemilik konten sepertinya tidak. Mungkin di samping profitnya bagus, prospek bisnis ini ke depan juga cerah. Padahal, pemerintah juga sudah membuat aplikasi sejenis, bahkan gratis yaitu Rumah Belajar. Namun, karena sosialisasi yang kurang maka kalah ngetop dibanding yang berbayar.

Melihat fenomena ini, kita sebagai guru yang biasa mengajar di kelas sudah saatnya introspeksi diri. Benar apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi. Tuntutan agar proses belajar menggembirakan, efisien, dan mudah ternyata ditangkap penyedia bimbel online ini. Coba baca tagline-nya, “Belajar jadi Mudah! Bimbel menyajikan materi dan pengajaran yang jauh lebih mudah jika dibadingkan dengan media pembelajaran online lain, atau bahkan jika dibandingkan dengan suasana belajar mengajar di kelas.”

Lantas, apakah peran guru dapat tergantikan oleh hadirnya berbagai aplikasi? Tentu tidak. Guru tetaplah guru dan tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun. Guru yang menimbulkan empati sosial, membangun imajinasi, kreatifitas serta mengokohkan semangat persatuan. “Tidak bisa digantikan. Saya percaya. Guru adalah profesi mulia yang membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti yang luhur, dengan nilai-nilai kebaikan.” tegas presiden.

Namun demikian, sebagai guru tentunya kita tidak cukup hanya berdiam diri. Guru harus selalu belajar untuk meng-update informasi. Dan, “Sadarlah akan pentingnya literasi digital agar guru tidak semakin tertinggal!”


Oleh : Pak Omank (http://rokhmani152735.gurusiana.id/)

 

 

JELAJAH