Penulis: Muhammad Abid A. Syakur
Editor: Nopiran
Halaman: vi, 216 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan: Pertama, 2026
Penerbit: Pustaka Mediaguru
Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286
Website: www.mediaguru.id
ISBN:
Harga:
SINOPSIS
Saint Petersburg bukanlah kota mati. Ia adalah organisme yang bernapas, roman agung yang ditulis oleh kabut pada dinding-dinding Istana Tsar, diukir pada kanal-kanal yang mengalir pelan, disusun dari semua air mata yang pernah jatuh di atas batu. Di sini, waktu tak lagi bergerak linear. Ia bocor, merembes, membekaskan jejak masa lalu yang bergentayanagan di sudut, di sungai, dan sudut lagi. Hanya terbuka bagi mereka yang mau membuka telinga batinnya.
Abid, pelajar asal Indonesia, tiba dengan bekal bahasa Rusia yang patah-patah dan kerinduan akan makna. Apa yang semula dia pikir sebagai romantisisme Slavia, berubah menjadi keyakinan pelan-pelan: kota ini menyimpan luka, sekaligus misteri yang mendalam. Melalui jelajah sastra Dostoevsky dan Gogol, serta pertemuannya dengan seorang dosen yang enigmatik, dia terseret ke dalam lorong waktu Petersburg yang tak terduga.
Perjalanannya memuncak saat bertemu dengan arwah Anastasia, seorang guru piano dari era Soviet yang terperangkap dalam mahakaryanya, ‘Jaring Cahaya’. Dibantu Svetlana, cicit Anastasia yang memesona namun menyimpan luka keluarga, Abid berusaha memecahkan teka-teki yang membelenggu keturunan itu. Sambil berjuang menyelamatkan Petersburg dari ancaman pembangunan modern yang dipimpin Petrov, pengusaha tamak.
Di tengah hubungan yang tumbuh dengan Svetlana dan kedekatannya yang makin dalam dengan sisi tersembunyi Petersburg, ia dihadapkan pada pertanyaan yang jauh lebih personal: apa sebenarnya yang ia cari di perantauan? Mampukah ia menerima bahwa sebagian dari dirinya mungkin tertinggal di kota yang memelihara luka sekaligus keindahan itu?