Halaman: vi, 282 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan: Pertama, April 2025
Penerbit: Pustaka Mediaguru
ISBN:
Harga:
SINOPSIS
Novel ini mengisahkan perjuangan seorang anak laki-laki miskin yang bernama Fadhil yang terlahir di pedalaman ujung Sumatera Barat. Cita- citanya yang tinggi untuk menuntut ilmu hanya sebatas angan-angan. Kekurangan biaya membuatnya tak berdaya untuk menggapai mimpinya. Tapi, Fadhil tak mau hidupnya menjadi pecundang. Sudahlah kehidupannya miskin, pendidikan tidak pula dia dapatkan. Dia selalu mencari jalan untuk menggapai impiannya. Dua cita-cita yang dia inginkan, menjadi dokter atau guru. Fadhil percaya kepada kekuasaan Tuhan, bahwa tak hanya satu jalan menuju Roma. Dia tidak pasrah begitu saja dengan nasibnya karena dia yakin bahwa Allah akan memberikan apa yang diinginkan hamba-Nya.
Dia selalu berjuang demi mimpinya. Dia awali dengan mengaji di surau Mak Mudir dan surau Buya Khairuddin. Setelah itu Fadhil melanjutkan menuntut ilmu di pondok pesantren di kota Pariaman atas saran Buya Khairuddin. Di sanalah Fadhil menemukan takdirnya. Selain bisa mendalami ilmu agama, dia juga bisa mengikuti program SMP Terbuka. Dengan kegigihannya dia berhasil mendapatkan ijazah SMP. Kemudian dia melanjutkan ke SMA dan terus bersemangat melanjutkan kuliah hingga berhasil menamatkan S-1 dengan mendapatkan beasiswa.
Kisah Fadhil mengajarkan arti semangat berjuang. Jangan pernah mengeluh dengan keadaan. Sebab, kesuksesan itu hanya dimiliki oleh orang yang mau menjalani proses dan pantang menyerah. Sebab, kesuksesan itu tidak melihat kepada kedudukan dan keturunan. Kesuksesan itu milik semua orang yang mau berubah.