Judul:Coaching: Senjata Ampuh untuk Guru Wali
Penulis: Imron Wijaya, Suwito Eko Pramono, Sulhadi, Ani Rusilowati, Sri Sugianto
Editor: Adrianus Yudi Aryanto
Halaman: viii, 180 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan: Pertama, Juni 2026
Jenis Karya: NonFiksi
Penerbit: Pustaka Mediaguru
Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286
Website: www.mediaguru.id
ISBN:
Harga:
SINOPSIS
Guru Wali sering kali terjebak dalam pusaran administratif: mengabsen, mengurus nilai, hingga menjadi "polisi" bagi murid yang bermasalah. Perubahan zaman menuntut kemandirian dan ketangguhan mental, pendekatan otoriter lama mulai kehilangan tajinya. Murid masa kini tidak butuh sekadar instruksi. Murid butuh didengarkan, dimengerti, dan diberdayakan.
Buku Coaching: Senjata Ampuh untuk Guru Wali adalah sebuah panduan transformatif yang mengupas tuntas mengapa teknik coaching adalah kunci rahasia di balik keberhasilan manajemen kelas modern. Buku ini bukan sekadar teori pedagogi yang kering, melainkan sebuah peta jalan praktis bagi Guru untuk mengubah interaksi harian murid menjadi momen pertumbuhan yang bermakna. Buku ini mengeksplorasi tiga pilar utama:
1. Seni Mendengar Aktif: Bagaimana Guru Wali dapat menangkap apa yang tidak terucap di balik keluhan atau diamnya murid.
2. Kekuatan Pertanyaan Pemantik: Mengganti kalimat perintah dengan pertanyaan yang memaksa murid berpikir kritis dan mencari solusi atas masalah murid sendiri.
3. Kemitraan yang Memberdayakan: Membangun kepercayaan sehingga murid tidak lagi melihat guru sebagai sosok yang menghakimi, melainkan sebagai kompas yang mengarahkan murid pada potensi terbaiknya.
Pembaca akan diajak menyelami berbagai studi kasus nyata di sekolah, mulai dari menghadapi murid yang kehilangan motivasi, konflik antarteman, hingga membantu murid menentukan arah masa depan. Bahasa yang digunakan mengalir dan penuh empati, penulis memberikan langkah-langkah konkret (seperti model GROW dan teknik active listening) dan bisa langsung diterapkan di ruang kelas.
Buku ini sebagai undangan bagi setiap Guru Wali untuk meletakkan "tongkat komando" murid dan mengambil "cermin coaching". Buku ini menjelaskan tentang menciptakan ruang di mana murid merasa aman untuk gagal, berani untuk bermimpi, dan bertanggung jawab atas hidup murid sendiri. Akhirnya, tugas guru bukan hanya mengisi gelas yang kosong, melainkan menyalakan api yang padam.
