Kembali ke Artikel
DAWUK: Menari di Atas Angin, Menulis di Atas Pena
12 Mar/2026

DAWUK: Menari di Atas Angin, Menulis di Atas Pena

Judul: DAWUK: Menari di Atas Angin, Menulis di Atas Pena

Penulis: Yunik Ekowati

Editor: Nopiranti

Halaman: vi, 122 hlm, 14,8 x 21 cm

Cetakan: Pertama, Maret 2026

Penerbit: Pustaka Mediaguru

Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017

Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286

Website: www.mediaguru.id

ISBN:

Harga:

 

SINOPSIS

 

Di pesisir Bengawan Solo, aroma tanah basah dan sangit tebu dari Pabrik Gula Mojo Sragen adalah saksi bisu masa kecil Itok yang direnggut paksa. Saat anak seusianya masih terbuai dongeng, tangan mungil Itok sudah dipaksa menjinakkan api tungku dan mengayun sabit di bawah bayang-bayang amarah sang ibu yang sedingin baja.

Namun, di tengah kerasnya hidup, ia menemukan oase pada sosok bapak. Di atas pikulan bambu dan riuh Pasar Malam Cembrengan, sebuah nubuat dititipkan: "Tanganmu penuh tanah sekarang, Nduk. Tapi, kelak tangan inilah yang akan menuliskan takdirmu sendiri dengan tinta emas."

Memikul trauma dan memar batin, Itok yang kelak berganti rupa menjadi Dawuk, mulai belajar "menari". Bukan sekadar mengikuti pakem tradisi, melainkan menari di atas badai nasib yang nyaris mematahkannya. Ia menyadari bahwa sukses bukan sekadar melampaui garis kemiskinan, tapi keberanian untuk mendekode luka menjadi aksara.

Ini adalah sebuah memoar tentang jemari yang pernah kaku oleh cangkul, namun kini tegar menggenggam pena. Sebuah kisah tentang bagaimana membasuh perih dengan keringat, dan menjahit masa depan di bawah restu sunyi seorang ayah.

JELAJAH