Kembali ke Artikel
Harmoni Pedagogi Kritis
31 Dec/2025

Harmoni Pedagogi Kritis

Judul: Harmoni Pedagogi Kritis

Penulis: Rusmiyatih, Latif Nur Hasan, Dwi Imroatu Julaikah, Respati Retno Utami,

Joko Prasetyo, Mukhzamilah, Lutfi Saksono, Yovinza Bethvine Sopaheluwakan

Kata Pengantar: Suyatno

Editor: Djodjok Soepardjo

Halaman: xii, 150 hlm, 15,5 x 23 cm

Cetakan: Pertama, Desember 2025

Penerbit: Pustaka Mediaguru

Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017

Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286

Website: www.mediaguru.id

ISBN:

Harga:

 

SINOPSIS

 

Keharmonisan pedagogis kritis dalam pembelajaran bahasa dan sastra seperti yang disampaikan di atas, tercermin ke dalam tulisan para pakar pedagogis berikut. Rusmiyati, S.Pd., M.Pd mengemas dengan pembaharuan pedagogis struktural bahasa sesuai konteks saat ini dengan judul  Dari Drill ke Konteks: Model Integratif Pengajaran Tata Bahasa Bahasa Jepang. Kemudian, Latif Nur Hasan, M.Pd. menyadari atas keberbedaan murid dalam setiap pedagogis diberlangsungkan dengan judul Diferensiasi Konten dan Proses Berdasarkan Profil Peserta Didik pada Pembelajaran Tembang Macapat: (Bakat vs Pengalaman). Model KLIR (Kulturvergleich–Linguistik verstehen– Integration– Reflexion): Inovasi pembelajaran Interkultural Berbasis Linguo- Kultural untuk Pembelajar Bahasa Jerman di Indonesia disajikan oleh Dwi Imroatu Julaikah. Paradigma andragogi disampaikan oleh Respati Retno Utami dengan topik Representasi Poligami dalam Serat Damarwulan: Pembelajaran Andragogis tentang Harmoni dan Kebahagiaan dalam Relasi Sosial Jawa. Joko Prasetyo mengungkapkan pentingnya translanguaging dengan judul Pembelajaran Bahasa melalui Pendekatan Translanguaging: Menghargai Variasi Dialek tanpa Mengabaikan Ragam Baku. Mukhzamilah menulis Pedagogi Kritis dalam Pengajaran Bahasa: Studi Reflektif atas Representasi Budaya dalam Buku Teks BIPA. Lalu, artikel Dari Instagram ke Kelas: Instapuisi sebagai Alternatif Pembelajaran Bahasa Asing di Era Digital  disajikan oleh Lutfi Saksono. Yovinza Bethvine Sopaheluwakan mengungkap faktor budaya dalam artikel Pedagogi Generasi Z dalam Konteks Komunikasi Lintas Budaya: Peran Miburiteburi sebagai Representasi Nilai Budaya Jepang Wa, Enryo, Honne-Tatemae, Kuuki wo Yomu, dan Ishin-denshin. Tulisan di atas memberikan intuisi ke arah keharmonisan pedagogis kritis pada era saat ini.

JELAJAH