Judul:Jejak Darah di Kartasura: Peristiwa Terbunuhnya Kapten Tack
Editor: Nopiranti
Halaman: viii, 236 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan: Pertama, Juli 2026
Jenis Karya: Nonfiksi
Penerbit: Pustaka Mediaguru
Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286
Website: www.mediaguru.id
ISBN:
Harga:
SINOPSIS
Di tengah gemerlap perdagangan rempah dan kemegahan kolonial Batavia abad ke-17, seorang arsiparis pribumi bernama Radja Wira menemukan dokumen rahasia yang seharusnya tidak pernah dibaca siapa pun. Dokumen itu mengungkap fakta mengejutkan tentang perencanaan kematian Kapten François Tack di Kartasura, sebuah peristiwa yang selama ini dicatat sebagai kemenangan militer dan pengabdian kepada VOC. Namun, di balik laporan resmi, tersimpan konspirasi besar yang melibatkan para petinggi kompeni, pengkhianatan politik, serta permainan kekuasaan yang menjadikan manusia sebagai pion yang dapat dikorbankan kapan saja.
Pencarian Radja membawanya menelusuri jejak masa lalu seorang tokoh legendaris, Untung Surapati. Berawal dari Surawiraaji, anak Bali yang kehilangan keluarga akibat kekerasan dan perdagangan budak, ia tumbuh dalam kerasnya kehidupan Batavia hingga menjadi sosok yang disegani sekaligus ditakuti. Di tengah penindasan kolonial, pengkhianatan, dan intrik para penguasa, Untung menemukan cinta terlarang bersama Suzanna Moor, putri seorang pejabat tinggi VOC. Hubungan mereka menjadi percikan api yang memicu perlawanan terhadap sistem yang dibangun di atas darah dan keserakahan.
Ketika Radja semakin dekat pada kebenaran, ia menyadari bahwa kematian Tack, kebangkitan Untung Surapati, dan konflik di Kartasura bukanlah rangkaian peristiwa yang berdiri sendiri. Semuanya merupakan bagian dari skenario besar yang dirancang untuk mempertahankan kekuasaan kolonial di Nusantara. Kini, dengan nyawanya sendiri menjadi taruhan, Radja harus memilih antara membungkam kebenaran atau mengungkap rahasia yang dapat mengguncang fondasi sejarah yang selama berabad-abad dipercaya sebagai fakta.
Jejak Darah di Kartasura adalah novel sejarah-politik yang memadukan intrik, petualangan, konspirasi, dan drama kemanusiaan. Melalui kisah yang menegangkan dan penuh pengkhianatan, novel ini mengajak pembaca menelusuri sisi gelap kolonialisme, mempertanyakan narasi resmi sejarah, serta menyaksikan bagaimana kekuasaan sering kali dibangun di atas darah, dusta, dan pengorbanan manusia-manusia yang terlupakan.
