Halaman: vi, 74 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan: Pertama, Juni 2025
Penerbit: Pustaka Mediaguru
ISBN:
Harga:
SINOPSIS
Sahla adalah remaja belasan tahun yang menjalani tiga tahun hidupnya di sebuah pondok pesantren di kaki Gunung Salak, jauh dari pelukan ibu dan kehangatan keluarga. Ia datang dengan semangat yang diwarnai air mata, harapan dan kerinduan yang dalam. Hari-harinya dipenuhi tangis malam, surat-surat penuh rindu, dan doa yang tak putus. Namun, di pesantren itu perlahan ia menemukan arti baru dari kata keluarga.
Di pesantren, Sahla belajar lebih dari sekadar ilmu agama. Ia belajar bahasa Arab dari nol, menghafal Al-Qur’an dan hadis, serta keterampilan hidup seperti memasak, menjahit, dan memanah. Yang terpenting, ia belajar sabar, ikhlas, dan mencintai dengan tulus. Tentu, tak semua mudah. Konflik kecil, rindu yang menyesakkan, dan ujian yang menantang kerap datang. Namun, semua suka duka itu justru membentuk Sahla menjadi pribadi yang tak hanya cerdas, tapi juga berakhlak.
Buku ini bukan sekadar novel remaja, tapi potret jujur kehidupan santri dari sudut pandang seorang anak yang sedang belajar menjadi dewasa. Kisah ini mengajak pembaca tertawa, menangis, merenung, dan merasa hangat, seolah ikut menjadi bagian dari dunia pesantren yang sederhana namun penuh makna. Bagi para orang tua yang sedang mempertimbangkan pesantren untuk anaknya, buku ini menunjukkan bagaimana anak belajar hidup, tumbuh mandiri, dan membentuk karakter kuat yang akan mereka bawa sepanjang hayat.