Judul:Menemukan Keindahan Al-Qur'an Melalui Ilmu Balagah
Editor: Hanum Suroyya
Halaman: x, 74 hlm, 16 x 23 cm
Cetakan: Pertama, Juli 2026
Jenis Karya: Nonfiksi
Penerbit: Pustaka Mediaguru
Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286
Website: www.mediaguru.id
ISBN:
Harga:
SINOPSIS
Pernah membaca Al-Qur’an, paham artinya dari terjemahan, tapi rasanya datar? Seperti baca teks biasa. Padahal orang Arab zaman Nabi Muhammad SAW langsung tunduk begitu mendengar ayatnya. Apa yang mereka dengar, sementara kita tidak begitu?
”Menemukan Keindahan Al-Qur’an lewat Ilmu Balagah” bukan buku tata bahasa Arab yang berat. Ini buku panduan untuk pembaca umum yang ingin Al-Qur’an-nya “hidup” lagi. Dengan bahasa ringan dan contoh ayat yang familiar, buku ini membuka tiga kunci keindahan Al-Qur’an yang selama ini tersembunyi di balik terjemahan. Pembaca diajak memahami Al-Qur’an itu mukjizat. Bukan hanya karena isinya, tapi karena cara Allah bicara. Mengenal balaghah melalui lensa Ma’ani, Bayan, Badi’. Penulis membedah inti balagah menggunakan contoh langsung dari Al-Fatihah, Ar-Rahman, sampai kontras “Al-Hayyu wal Mayyit”. Pembaca akan mengerti mengapa Allah memilih kata iyyaka bukan nahnu, menggunakan “keledai bawa kitab”, dan betapa sajak ayat bikin merinding.
Kelebihan buku ini, pembaca dapat mempraktikkannya langsung. Terdapat jembatan dari “paham otak” ke “merasa di hati”, langkah praktis, urutan belajar kitab, rencana 90 hari pertama, hingga rutinitas belajar balagah tanpa ribet. Di bagian akhir, penulis menyertakan peta jalan lanjutan setelah balagah dasar yang mengajak pembaca membuka mushaf Al-Qur`an dengan cara baru.
Buku ini untuk pembaca yang sudah lama baca Al-Qur’an, tapi ingin “rasa” yang baru? Penasaran dengan mukjizat Al-Qur’an, tapi bingung mulai dari mana? Atau capek ikut kajian yang terlalu teknis dan jauh dari praktik? Sesungguhnya Al-Qur’an tidak pernah berubah. Namun, cara kita mendengarnya, membacanya, memahaminya, menghayatinya, men-tadabbur-kannya, dan mengamalkannya. Setelah membaca buku ini, Al-Qur’an akan bicara padamu. Bukan lewat arti, tapi melalui keindahan bahasanya yang langsung menancap di hati.
