Kembali ke Artikel
Serpihan Diari Ramadan dan Literasi
12 Jun/2026

Serpihan Diari Ramadan dan Literasi

Judul:Serpihan Diari Ramadan dan Literasi

Penulis: Yunik Ekowati

Editor: Nopiranti

Halaman: vi, 132 hlm, 14,8 x 21 cm

Cetakan: Pertama, Juni 2026

Jenis Karya: Fiksi.

Penerbit: Pustaka Mediaguru

Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017

Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286

Website: www.mediaguru.id

ISBN:

Harga:

 

SINOPSIS

 

"Ramadan bukan sekadar jeda untuk raga. Melainkan panggung besar bagi jiwa untuk menari dalam ketaatan dan membaca tanda-tanda zaman."

-Yunik Ekowati-

 

Dalam buku Serpihan Diari Ramadan dan Literasi, Yunik Ekowati mengajak pembaca menelusuri lorong waktu selama tiga puluh hari yang penuh makna. Buku ini bukanlah sekadar catatan harian biasa. Melainkan sebuah refleksi mendalam yang memadukan disiplin literasi dengan kelembutan rasa seorang seniman tari.

Melalui goresan penanya, Yunik memotret setiap jengkal aktivitas Ramadan yang tidak hanya sebagai ritual keagamaan. Tetapi juga sebagai manifestasi budaya yang luhur. Di dalamnya, pembaca akan menemukan catatan spiritual yang membumi berupa refleksi harian yang jujur tentang perjuangan melawan diri sendiri, yang dituangkan dengan diksi yang mengalir bak gerak gemulai tarian. Ada juga adat dan tradisi sebagai identitas. Di sini penulis membedah bagaimana tradisi lokal mulai dari kearifan dugderan, tradisi nyadran, hingga kehangatan silaturahmi menjadi fondasi kuat bagi karakter bangsa yang religius sekaligus berbudaya. Tak ketinggalan catatan tentang literasi sebagai napas. Penulis menceritakan bagaimana aktivitas membaca dan menulis selama Ramadan menjadi katalisator untuk memahami esensi kemanusiaan dan kebangsaan secara lebih tajam.

Buku ini menegaskan bahwa menjadi religius tidak berarti meninggalkan akar budaya. Justru, melalui kacamata seorang pendidik dan penggiat seni, Yunik membuktikan bahwa adat dan tradisi adalah "ruh" yang memperindah wajah Islam di Indonesia.

Serpihan Diari Ramadan dan Literasi adalah sebuah undangan untuk berhenti sejenak, merenung, dan menyadari bahwa setiap ritual yang kita jalani adalah bagian dari narasi besar identitas bangsa yang harus terus dirawat melalui literasi.

JELAJAH