Judul: Transformasi Digital Manajemen Perlombaan Olahraga Disabilitas: Sistem Informasi Berbasis Web NPCI Jawa Timur
Penulis: Dwi Cahyo Kartiko, Bayu Budi Prakoso, Febryansah Gilang Aris Pradana, Rudi, Roy Agustinus Soselisa
Editor: Arohman
Halaman: x, 120 hlm, 15,5 cm × 23 cm.
Cetakan: Pertama, Agustus 2026
Jenis Karya: Nonfiksi
Penerbit: Pustaka Mediaguru
Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286
Website: www.mediaguru.id
ISBN:
Harga:
SINOPSIS
Kehadiran buku ini dipicu oleh sebuah kesadaran mendasar: revolusi digital tidak boleh meninggalkan siapa pun, termasuk ekosistem olahraga disabilitas. Ketika dunia olahraga modern bergerak kilat mengadopsi teknologi, manajemen organisasi olahraga difabel justru kerap kali masih terjebak dalam pusaran administrasi konvensional. Melalui buku ini dibe-dah urgensi transformasi digital dalam pengelolaan olahraga disabilitas di Indonesia, khususnya menyoroti peran penting National Paralympic Com-mittee Indonesia (NPCI). Kita akan melihat bagaimana sistem informasi perlombaan yang modern bukan lagi sekadar fasilitas pelengkap, melain-kan instrumen vital untuk menjawab rumitnya tantangan tata kelola kompetisi yang inklusif dan profesional.
Agar perubahan tidak berjalan tanpa arah, buku ini meletakkan jangkar akademis yang kuat melalui eksplorasi landasan teoretis manajemen event dan sistem informasi. Di sini, pembaca diajak menyelami konsep dasar sistem informasi manajemen berbasis website sebagai pilar pe-layanan organisasi nirlaba. Tidak sekadar memaparkan teori kaku, secara taktis buku ini juga mengawinkan metodologi pengembangan sistem model ADDIE dengan Technology Acceptance Model (TAM). Pendekatan ini memastikan bahwa digitalisasi yang ditawarkan tidak hanya matang secara teknis, tetapi juga ramah dan mudah diterima oleh psikologi peng-guna awam di lapangan.
Buku ini menawarkan sebuah warisan penting berupa sintesis temuan yang mewujud dalam “Model Transformasi Digital Organisasi Olahraga Disabilitas”. Model ini dirancang bukan sebagai proyek sekali selesai, melainkan sebagai cetak biru (blueprint) yang siap direplikasi oleh NPCI di provinsi lain di seluruh Indonesia.
