Judul:Yang Menanam Tak Selalu Memanen
Editor: Uzlifatul Rusydiana
Halaman: vi, 98 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan: Pertama, Oktober 2026
Jenis Karya: Nonfiksi
Penerbit: Pustaka Mediaguru
Anggota IKAPI No. 192/JTI/2017
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya 60286
Website: www.mediaguru.id
ISBN:
Harga:
SINOPSIS
Ada tangan-tangan yang setiap hari menanam, meski tahu belum tentu dirinya yang akan memanen. Ada langkah-langkah yang terus berjalan di lorong-lorong sekolah, meski tak selalu disambut tepuk tangan. Ada suara yang berulang kali menjelaskan, membimbing, menegur, dan menguatkan, meski hasilnya kadang baru tampak bertahun-tahun kemudian. Ada hati yang memilih tetap percaya kepada seorang anak, bahkan ketika anak itu sendiri nyaris kehilangan kepercayaan kepada dirinya. Mereka adalah guru.
Yang Menanam, Tak Selalu Memanen adalah kumpulan puisi tentang mereka yang bekerja dalam sunyi, menanam ilmu di tanah bernama jiwa, menyemai karakter di ladang kehidupan, dan menumbuhkan harapan di antara keterbatasan.
Buku ini tidak hanya bercerita tentang papan tulis, buku pelajaran, ruang kelas, dan bel sekolah. Ia berbicara tentang peluh yang disembunyikan di balik senyum, lelah yang ditelan sebelum memasuki kelas, doa yang diam-diam dilangitkan untuk murid, serta pengorbanan yang sering kali tidak tercatat dalam penghargaan. Guru dalam buku ini digambarkan sebagai penenun masa depan, pandai besi yang menempa keteguhan, akar yang bekerja dalam gelap, bara yang menjaga nyala harapan, dan petani yang rela menanam benih tanpa meminta kepastian tentang siapa yang kelak memetik buahnya.
